lagi diskusi bersama mahasiswa PGMI UIN Malang

24 Apr
Iklan

menemukan rumus luas bangun datar

24 Apr

LUAS BANGUN DATAR NEW

sistem evaluasi

18 Apr

sistem evaluasi

18 Apr

PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

8 Apr

PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES

 PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK

 

  1. PENDAHULUAN

Secara  alami dan kodrati pada hakikatnya manusia tidalah sama antara yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu memiliki pribadi yang berbeda , baik itu yang telah ada dari lahir maupun karena pengaruh lingkungan  setelah lahir . Oleh karena itu guru  yang ikut bertanggung jawab dalam mendidik dan mendewasakan anak akan lebih berhasil apabila secara langsug mengadakan pengenalan / pemahaman terhadap sifat , watak serta kepribadian anak didik.

Dalam hubungannya dengan masalah pendidikan dan kepribadian para ahli banyak mengemukakan bahwa pendidikan  dan pengajaran itu merupakan “ a person’s background “ artinya suasana yang merupakan dasar kepribadian seseorang.Yang mana psikologi kepribadian itu sangat membantu tugas pendidik .

 

  1. PENGERTIAN KEPRIBADIAN

Kepribadian atau “ personality “ berasal dari bahasa yunani  yakni dari kata “proposon“ yang berarti topeng ( masker ) yang biasa digunakan oleh bangsa Yunani kuno untuk bermain sandiwara[1] . Menurut asal katanya kepribadian berasal dari bahasa latin kata personality ( personare ) yang berarti mengeluarkan suara ( to sound through ). Istilah ini digunakan untuk menunjukkan suara dari percakapan seorang pemain sandiwara  melalui topeng ( masker ) yang dipakainya [2].

Sementara ada yang berpendapat , bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak selalu menampakkan dirinya dengan apa adanya. Akan tetapi lebih cenderung suka menutupi kelemahannya dan menampakkan kebaikannya. Hal ini dimaksudkan agar kehadirannya ditengah-tengah masyarakat dapat diterima dengan tanpa noda  dapat dikatakan bahwa manusia selalu menggunakan tutup muka guna menyembunyikan kekurangannya.

Kepribadian menurut Gordon W. Allport adalah “ Organisasi yang dinamis didalam individu dari sistem-sistem  psikophisik yang menentukan  penyesuaian diri yang unik terhadap lingkungannya”

 

Berarti unsur-unsur yang terkandung dalam rumusan kepribadian diatas adalah

  1. Organisasi

Organisasi yang dimaksud adalah suatu keseluruhan dari unsure-unsur yang ada pada manusia yang saling mempengaruhi dan bekerja sama

  1. Sistem-sistem psikophikis

Artinya, kepribadian itu bukan hanya sekedar jumlah dari unsur-unsur jiwa  atau raga saja, melainkan merupakan keseluruhan yang bekerja sama dan tak dapat dipisahkan-pisahkan.

  1.  Dinamis

Artiya kepribadian itu tidak beku , melainkan selalu berkembang menuju kesuatu keadaan yang lebih dewasa

  1. Menentukan

Karena kepribadian merupakan unsur-unsur psikophikis yang dinamis maka banyak aspek yang ikut menentukan , ikut mewarnai dan ikut mempengaruhi pola pikir , perilau, akal budi watak, sifat, perangai, tabiat atau  kepribadian  seseorang.

  1. Unik

Artinya manusia itu tidak ada yang sama antara satu dengan yang lain masing-masing individu memiliki ciri khas tersendiri dalam hal kepribadian

  1. Menyesuaikan diri dengan lingkungan

Menyesuaikan diri adalah usaha untuk menciptakan situasi dan kondisiyang serasi antar seseorang dengan orang lain atau seseorang dengan masyarakat sekitar sehingga terjadi hubungan timbal balik yang harmonis antara keduanya.[3]

 

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN

Kepribadianitu berkembang dan mengalami perubahan-perubahan. Tetapi didalam perkembangan itu makin terbentuk pola-polanya yang tetap dan khas, sehingga merupakan ciri-ciri yang unik bagi setiap individu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan  dan kepribadian itu dapat dibagi sebagai berikut:

 

 

  1. Faktor Biologis

Yaitu faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani , atau seringkali disebut faktor fisiologis. Keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan perbedaan-perbedaan. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing.

Bahwa keadaan fisik, baik yang berasal dari keturunan maupun yang berasal dari pembawaan yang dibawa sejak lahhir itu memainkan peranan penting pada kepribadian seseorang, tidak ada yang engingkarinya

  1. Faktor sosial

Yang dimaksud dengan faktor sosial adalah adalah masyarakat, yakni manusia-manusia lain di sekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Termasuk tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa dan sebagainya yang berlaku dalam masyarakat itu

Sejak dilahirkan , anak mulai bergaul dengan keluarga terutama ibu dan ayah kemudian dengan anggota keluarga lainnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlain-lainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan pribadi anak. Keluarga yang berpendidikan pengaruhnya  lain pula dengan keluarga yang kurang berpendidikan . Demikian pula keluarga dengan keluarga yang kaya dan keluarga yang miskin.

Suasana keluarga adalah bagaimana interelasi antara anggota-anggota keluarga . Ada keluarga yang diliputi suasana ketentraman dan kemesraan adapula keluarga yang selalu diliputi suasana permusuhan, perselisihan dan kericuhan sehingga tidak ada keharmonisan . Keutuhan keluarga juga sangat mempengaruhi kepribadian anak .

Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena :

a)      Pengaruh itu merupakanpengalaman yang pertama

b)      Pengaruh yang diterima anak itu masih terbatas jumlah dan luasnya

c)      Intensitas pengaruh itu tinggi karena berlangsung terus-menerus  siang dan malam

d)     Umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana aman serta bersifat intim dan bernada emosional[4]

 

  1. Faktor Kebudayaan

Kebudayaan itu tumbuh dan berkembang di masyarakat . Kebudayaan tiap daerah berlainan ini menunjukkan bahwa cara-cara hidup, adat-istiadat, kebiasaan-kebiasaan, bahasa, kepercayaan dan sebagainya dari suatu daerah/masyarakat tertentu berbeda denagn daerah/masyarakat yang lain.

Perkembangan individu seseorang tidak dapat dipisahkan dimana individu tersebut dibesarkan[5].

 

  1. PENDIDIKAN KELUARGA DAN SEKOLAH MERUPAKAN PELETAK DASAR KEPRIBADIAN ANAK.

1)     Pendidikan Keluarga

Dari hasil penelitian John Lock mengemukakan sebuah teori  bahwa “ Anak itu dilahirkan dalam keadaan suci bagaikan kertas putih tanpa noda”. Keluarga adalah orang pertama yang hendak mewarnai dan menentukan kearah mana anak itu akan dibawa. Teori tersebut tidak lepas dari kenyataan bahwa anak itu sejak dilahirkan, dibesarkan, tumbuh dan berkembang  berada ditengah –tengah keluarga. Jadi keluargalah yang pertama kali memperoleh kesempatan mengisi priadi anak.

Oleh karena itu keluarga merupakan latar belakang sosial yang utama bagi anak dan secara kodrati memang bertugas untuk mendidik  mereka, maka harus mampu mengisi jiwa anak dengan menciptakan suasana keluarga yang harmonis, memberikan contoh-contoh  sikap , perilaku serta kebiasaan-kebiasaan yang baik. Hal ini menginagt daya tangkap anak akan meniru apa yang dilakukan oleh keduaorang tuanya. Selain itu sikap orang tua terhadap anaknya harus bijaksana, seiring sejalan , seia sekata, senada dan seirama tanpa membedakan antara yang satu dengan yang lain dan tidak terjadi pandangan yang berbeda antar kedua orang tuanya.

Namun demikian , tiap-tiap keluarga mempunyai suasana yang khas. Kekhususan suasana  itu terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor sosial ekonomi, faktor pendidikan orang tua, Faktor agama. Situasidan kondisi yang demikian akan mengakibatkan juga perbedaan dalam mendidik dan mengasuh anak[6]

2)     Pendidikan Sekolah

Perkembangan anak baik yang bersifat jasmani maupun rohani pada masa keserasian bersekolah adalah sanagat pesat. Mereka mempunyai dorongan-dorongankodrat yang tidak dapat ditunda lagi yaitu :

  1. Dorongan untuk keluar dan masuk kedalam kelompok anak-anak sebaya.
  2. Dorongan untukmemasuki dunia permainan, atau dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia kerja saraf, otot-otot  yang menuntut kecakapan atau ketrampilan-ketrampilan
  3. Dorongan yang bersifat kejiwaan untuk mengembangkanpotensi-potensi intelektual.

Pada masa usia sekolah ini, keluarga sudah tidak mampu lagi memberikan pelayanan terhadap fungsi-fungsi perkembangan anak secara menyeluruh, terutama fungsi perkembangan intelektualnya.Oleh karena itu mereka membutuhkan suatu lingkungan sosial baru yang lebih luas berupa sekolahan, untuk mengembangkan semua potensinya.

Dilingkungan sekolah ,Anak mulai belajar hidup dibawah peraturan-peraturan sekolah, otoritas guru, disiplin belajar, disiplin kerja, kebiasaan bergaul dengan teman-teman dan bermacam-macam tuntutan yang lain yang ketat dan edukatif, semua itu akan memberikan nilai-nilai keindahan dan kesenangan belajar pada anak.

Lebih dari itu , disekolah juga akan dipertunjukkan bermacam-macam hasil budaya bangsa dengan harapan anak dapat mempelajari produk-produk budaya bangsa  hingga akhirnya anak mampu bertingkah laku yang sesuai dengan kepribadian bangsa itu sendiri.

Sistim pendidikan sekolah akan memberikan pengaruh yang besar kepada anak baik sebagai makhluk sosial. Secara formal , semua pengalaman yang telah diperoleh anak dari sekolahitu akan memberikan pengaruh yang besar bahkan dapat dikatakan sebagai peletak dasar bagi perkembanagn kepribadian anak[7].

 

 

  1. KESIMPULAN

Dari uraian diatas , membuktikan bahwa apa yang dibutuhkan anak bukan hanya terbatas kemampuan  akan tetapi kepribadian yang integreted sehingga kehidupan sosial anak dapat berjalan sesuai yang dengan kebutuhan baik dilingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Demikian komplek tugas dan tanggung jawab orang tua dan guru. Apa yang dihadapi adalah benda hidup, manusia yang unik dan kompleks sehingga tugas guru sangatlah berat dibandingkan dengan profesi-profesi lainnya.

Dan faktor-faktor yang  mempengaruhi kepribadian anak pada garis besarnya ada dua yaitu fakor dari dalam ( pembawaan ) dan faktor dari luar ( lingkungan )

 

  1. DAFTAR PUSTAKA

 

Ahmad Musa, Psykhologi,Cetakan kedua , Paedagogika,Bandung,1969

M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, PT Remaja Rosda Karya,bandung,1997

Afifudin,Psikologi Pendidikan anak usia sekolah Dasar,Harapan Massa, Solo,1988


[1] Afifudin,Psikologi Pendidikan Usia Anak Sekolah Dasar,Harapan Massa,Solo,1988 hal 80

[2] M.Ngalim purwanto,Psikologi Pendidikan,PT Remaja Rosda karya, Bandung,1990 hal 154

[3] Afifudin,Op Cit,  hal 81-83

 

[4] Ahmad Musa,Psychologi,Cetakan kedua,Pedagogika,Bandung,1969,hal 94

[5] M.Ngalim purwanto, Op Cit , hal 160-163

[6] Afifudin,Op Cit,  hal 87

 

[7] Afifudin,Op Cit,  hal 89

 

inilah keluargaku

5 Apr

keluarga kami jadikan selalu  keluarga yang penuh kebahagian

 

kakak beradik

5 Apr

Image

kolam ikan yang ku idam2kan kini telah ku miliki betapa senangnya kami.Meskipun biaya yang mahal tapi kami semangat untuk memilikinya.mudah2an jadi inspirasi kehidupan kami